Abstract
Sekolah di wilayah perbatasan mengalami kesulitan melaksanakan pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19. Tulisan ini bertujuan menggambarkan kondisi tersebut, dengan berfokus pada permasalahan yang dialami sekolah tapal batas selama pembelajaran daring. Sekolah tapal batas berada di Pulau Sebatik (perbatasan Indonesia-Malaysia) yang sebagian besar muridnya adalah anak-anak TKI. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif jenis studi kasus dengan informan guru dan siswa-siswi di sekolah tapal batas (Madrasah Ibdidaiyah Darul Furwon). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran daring dilakukan melalui aplikasi whatsapp. Dalam prakteknya, sekolah mengalami berbagai kendala yang disebabkan oleh berbagai hal, antara lain : 1.) Keterbatasan terhadap akses internet 2.) Minimnya jumlah tenaga pengajar. 3.) Kurangnya bimbingan orang tua karena sibuk bekerja sebagai buruh kelapa sawit. Alhasil, pembelajaran daring di sekolah tapal batas menyebabkan partisipasi belajar semakin menurun.
Cite
CITATION STYLE
Cahyadi, A. P. (2021). PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 : (STUDI KASUS SEKOLAH TAPAL BATAS MADRASAH IBTIDAIYAH DARUL FURQON). Jurnal Borneo Humaniora, 3(2), 87–93. https://doi.org/10.35334/borneo_humaniora.v3i2.2067
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.