Pengawetan Kayu Karet Menggunakan Asap Cair dan Ekstrak Kunyit dengan Teknik Perendaman Dingin

  • Hanifarianty S
  • Vachlepi A
N/ACitations
Citations of this article
15Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Tingkat keaweten kayu karet (Hevea brasiliensis) termasuk dalam kelas awet rendah. Pada umumnya kayu karet diawetkan dengan bahan-bahan kimia yang relatif tidak ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi asap cair hasil pirolisis cangkang kelapa sawit dan ekstrak ekstrak kunyit sebagai bahan pengawet kayu karet. Kayu karet masing-masing direndam dengan 5% b/v asap cair dan ekstrak kunyit selama 2, 8, dan 14 hari dengan lama pengawetan selama enam bulan. Sebagai pembanding, kayu karet diawetkan pula dengan formalin dan boraks. Parameter yang digunakan, yaitu retensi bahan pengawet, kadar air penyimpanan, perubahan warna, dan dejarat kerusakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu rendaman, semakin besar retensi pengawetnya dan kadar air di dalam kayu karet. Ekstrak kunyit dan asap cair masing-masing menyebabkan warna kuning kecoklatan dan coklat terang. Perlakuan menggunakan asap cair selama dua hari perendaman memadai untuk pengawetan selama enam bulan, sedangkan ekstrak kunyit hanya dua bulan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hanifarianty, S., & Vachlepi, A. (2020). Pengawetan Kayu Karet Menggunakan Asap Cair dan Ekstrak Kunyit dengan Teknik Perendaman Dingin. Widyariset, 5(2), 65. https://doi.org/10.14203/widyariset.5.2.2019.65-74

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free