CITY BRANDING DENGAN KATA DAN AKRONIM

  • Adib Sofia
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

City branding merupakan upaya yang dilakukan oleh otoritas suatu kota untuk mempromosikan kotanya dengan menonjolkan potensi yang memiliki nilai jual. Tulisan ini mengkaji makna serta implementasi  kata dan akronim RATU yang menjadi branding Kabupaten Tanggamus. Teori yang digunakan untuk mengungkap makna kata dan akronim RATU adalah semiotika, selanjutnya teori yang digunakan untuk menjelaskan implementasi kata dan akronim tersebut adalah city branding. Sementara itu, metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data library research, focus group discussion, dan penelitian lapangan. Terdapat dua hal yang diperoleh pada kajian ini. Pertama, pada ranah semiotika ditemukan bahwa kata dan akronim RATU memiliki makna yang berbeda-beda. RATU sebagai kata digunakan dalam menyebut produk, lokasi, dan program. Sementara itu, RATU sebagai akronim bermakna R (Ramah), A (Amanah, Aman), T (Tegas, Teristimewa, Traveling), dan U (Unggul). Kedua, dalam implementasinya, terdapat sejumlah program yang menggunakan konsep RATU. Uraian program tersebut menunjukkan bahwa kata dan akronim RATU banyak difokuskan pada sektor pelayanan. Konsep RATU belum sepenuhnya linear dengan potensi Kabupaten Tanggamus yang selama ini dipahami oleh masyarakat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Adib Sofia. (2023). CITY BRANDING DENGAN KATA DAN AKRONIM. Jurnal Studi Komunikasi Dan Media, 27(2), 123–140. https://doi.org/10.17933/jskm.2023.5210

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free