Abstract
Indonesia termasuk negara maritim karena memiliki kondisi geografis lautan yang sangat luas dengan jumlah pulau lebih dari 17.000 pulau, Pasang-surut laut merupakan hasil dari gaya tarik gravitasi dan efek sentrifugal, yakni dorongan ke arah luar pusat rotasi. Penentuan nilai dari pasang surut (pasang surut) terdapat dua cara yaitu pertama mengukur secara langsung dilapangan menggukaan tide gauge atau menggunakan program pemodelannumerik. Oleh sebab itu penelitian ini bermaksud untuk membandingkan data lapangan menggunakan website ioc-sealevelmonitoring dengan data prediksi pasang surut menggunakan program Naotide dimana titik pengambilan data berada di stasiun pasang surut di Kabupaten Cilacap, Jawa Barat, Indonesia. Penelitian ini akan menghasilkan data konstituen pasang surut dari data tersebut serta akan menghitung nilai RMSE (Root Mead Square Error) dan koefisien korelasi dari data tersebut. Hasil menunjukan bahwa dari kedua variable bisa dikatakan sesuai dimana dibuktikan dari nilai RMSE yang mendekati nilai 0 (nol) serta koefisien korelasi yang berada pada rentang 0,90 - 1,00 yang berarti nilai korelasi sangat tinggi dan dapat dipercaya.
Cite
CITATION STYLE
Chaidir, C., & Tuharea, N. D. (2022). ANALISA PERBANDINGAN DATA PASANG SURUT DENGAN METODE KOEFISIEN KORELASI DAN RMSE ANTARA DATA IOC SEALEVELMONITORING DAN DATA PROGRAM NAOTID. Riset Sains Dan Teknologi Kelautan, 84–89. https://doi.org/10.62012/sensistek.v5i2.24231
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.