Abstract
Tulisan ini menelaah makna bahasa dan teks yang digunakan dalam Al-Qur'an. Dalam mengajarkan Islam, pada dasarnya berdasarkan dua sumber fundamental, yaitu Al-Qur'an dan tradisi Nabi. Bagi muslim, Al-Qur'an adalah Wahyu Ilahi. Al-Qur'an merupakan perkataan dari Tuhan dan kehadiran Ilahi pada ruang dan waktu sejarah. Melalui penyelidikan terhadap interpretasi sejarah berdasarkan aspek linguistik dalam Al-Qur'an, sebuah usaha dilakukan untuk meningkatkan definisi yang jelas mengenai tafsir dan bagaimana Al-Qur'an itu diinterpretasikan dalam sejarah Islam. Berdasarkan pada contoh-contoh tersebut, tulisan ini membahas tentang pendefinisian kembali tafsir dilihat dari bentuk khusus yang berhubungan dengan interpretasi Sarjana Muslim sebagai penterjemah dan aturan mendefinisikan karakteristik budaya berdasarkan tafsir dan termasuk penekanan dalam memahami aspek linguistik dan kemanusiaan, serta tahapan interpretasi yang harus dilakukan. Tulisan ini juga bertujuan untuk mendiskusikan metode interpretif dan hubungan dialektika terhadap teks Al-Qur'an dan konteks linguistik Al-Qur'an. This paper explores the meanings of language and text used in the Holy Scripture (the Quran). In Islam, its teachings are based essentially on two fundamental sources, the Qur'an and the prophetic tradition. For Muslims, the Qur'an is Divine Revelation. It is the very word of God and the presence of the Divine in space and time of the history. Through an examination
Cite
CITATION STYLE
Siregar, F. M. (2017). EXPLORING METHODOLOGICAL ASPECTS OF LINGUISTIC IN THE QURAN AND ITS TAFSIR. RELIGIA, 15(1). https://doi.org/10.28918/religia.v15i1.119
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.