Abstract
Sesuai dengan arahan yang terkandung dalam program pemerintahan Jokowi – Jusuf Kalla, Nawacita, pembangunan nasional akan dilaksanakan berbasis desa dan daerah pinggiran dalam rangka untuk meningkatkan pertahanan bangsa. Dalam rangka mewujudkan amanat nawacita tersebut, maka dibutuhkan Peta Desa sebagai rujukan bagi Kementrian/Lembaga serta Pemerintah Daerah dalam program pembangunan. Hal tersebut sesuai dengan UU Nomor 6 Tahun 2016 tentang Desa, yang menjelaskan bahwa Desa merupakan subjek dari pembangunan. Atas dasar itulah, dewasa ini mulai banyak beredar Peta Desa yang menunjukkan potensi Desa tersebut. Namun, dengan banyaknya Peta Desa yang dibuat, tentu SDM yang membuat tidaklah hanya satu orang saja. Hal ini menimbulkan banyak perbedaan dalam legenda yang digunakan untuk menampilkan objek yang ada dalam Desa tersebut, sehingga menyebabkan kebingungan bagi orang awam untuk memahami antara satu Peta Desa dengan Peta Desa lainnya. Peraturan Kepala BIG Nomor 3 Tahun 2016 tentang Spesifikasi Teknis Penyajian Peta Desa merupakan peraturan yang diterbitkan oleh Badan Informasi Geospasial untuk mengatur pembuatan sebuah Peta Desa. Dengan terbitnya aturan tersebut maka penulis melakukan Analisa terhadap Peta Desa Beran yang digunakan sebagai media peningkatan status dari desa menjadi kelurahan. Hal yang dianalisa antara lain ukuran muka peta, interval grid peta, spesifikasi tata letak, pewarnaan simbol peta, spesifikasi penulisan informasi peta, dan keefektifan simbol yang digunakan pada Peta Desa Beran. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kartografi yang ada pada Peta Desa Beran serta menganalisa kartografi peta desa yang sesuai dengan Peraturan Kepala BIG Nomor 3 Tahun 2016 tentang Spesifikasi Teknis Penyajian Peta Desa, sehingga masyarakat awam dapat dengan mudah memahami antara satu Peta Desa dengan Peta Desa lainnya. Selain itu, hasil Analisa dapat digunakan sebagai pedoman untuk pembuatan Peta Desa yang akan datang sehingga diharapkan Peta Desa di masa yang akan datang akan memiliki kesamaan kartografi antara satu Peta Desa dengan Peta Desa lainnya sehingga lebih mudah dan efisien untuk digunakan utamanya untuk melakukan pembangunan desa.
Cite
CITATION STYLE
Cahyono, A. B., & Zulkarnain, N. (2018). ANALISA PETA DESA SKALA 1:5000 BERDASARKAN PERATURAN KEPALA BIG NOMOR 3 TAHUN 2016 (Studi Kasus: Desa Beran Kabupaten Ngawi). Geoid, 13(1), 10. https://doi.org/10.12962/j24423998.v12i2.3632
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.