PERMASALAHAN PENULISAN SEJARAH KESUSASTRAAN INDONESIA

  • Sarathan I
N/ACitations
Citations of this article
92Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sejarah kesusastraan Indonesia modern sering dianggap dimulai dari masa roman Balai Pustaka (1920~). Namun, sedikit perhatian yang menjelaskan proses dari sastra tradisional menuju sastra modern. Secara turun-temurun, dikenal konvensi sastra tradisional macam pupuh, pantun, sureq, kakawin, babad, wawacan yang seringkali ditulis dalam naskah-naskah kuno sebagai tradisi tata tulis tradisional. Namun, dari mana datangnya sastra modern sebagai bentuk tulisan (genre) baru apabila tidak didahului oleh karya-karya yang sebelumnya. Maka, perlu peninjauan karya-karya saduran cerita Eropa yang diserap oleh bangsa Indonesia pada akhir abad ke-19 yang seringkali ditulis dalam buku-buku yang masih menggunakan aksara daerah (vernacular script). Untuk itu, penelitian ini melacak bagaimana sejarah sastra Indonesia dituliskan dengan menelusuri buku-buku sejarah sastra Indonesia yang pernah tebit. Dengan mengetahui bagaimana sejarah sastra Indonesia dituliskan, kami akan menguji keajegan historiografi sejarah sastra Indonesia dengan data-data terbaru khususnya mengenai karya-karya sastra sebelum masa Balai Pustaka. Dengan demikian penelitian ini menawarkan alternatif historiografi sastra Indonesia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sarathan, I. (2018). PERMASALAHAN PENULISAN SEJARAH KESUSASTRAAN INDONESIA. Kandai, 14(2), 169. https://doi.org/10.26499/jk.v14i2.594

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free