Abstract
Secara umum, koperasi pasar Kranggan di Yogyakarta dan Koperasi Pasar Cokrokembang di Klaten dihadapkan pada masalah-masalah berikut: l) Aspek yang lemah dari administrasi koperasi, administrasi pencatatan dan keuangan masih sangat sederhana (manual); 2) Kelemahan aspek organisasi, tidak ada aturan yang jelas dan tidak ada standar operasional standar, 3) Aspek manajemen, kurangnya keterampilan manajemen dalam lingkungan simpan pinjam.Tujuan dan Hasil meliputi: 1) perangkat lunak dan sistem keuangan untuk dikelola, dan efisiensi; 2) pembentukan AD / ART; 3) kompilasi manual SOP. Metode pendekatan untuk mengatasi masalah dengan pelatihan, persiapan sistem akuntansi dan keuangan koperasi, dan mentoring. Rencana pelatihan terdiri dari 1) pelatihan administrasi dan pembukuan koperasi simpan pinjam, 2) pelatihan manajemen kelembagaan & koperasi, 3) pelatihan dan praktik sistem keuangan dan keuangan koperasi. Persiapan sistem keuangan dan akuntansi koperasi dilakukan oleh tim pelaksana IbM. Rencana kegiatan bantuan yang dilakukan adalah bantuan persiapan AD / ART, Prosedur Operasi Standar (SOP) dan prosedur kerja lembaga koperasi.
Cite
CITATION STYLE
Suwarto, D. H., Suprayitno, B., & Wibowo, P. A. (2018). Ibm Koperasi “Rukun Agawe Santoso” Pasar Kranggan Yogyakarta dan Koperasi “Maju Lancar” Pasar Cokrokembang Klaten. Journal of Dedicators Community, 2(1), 44–57. https://doi.org/10.34001/jdc.v2i1.709
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.