Penentuan Nilai Batas Ambang Akumulasi Curah Hujan pada Kejadian Banjir di Kabupaten Bogor Berbasis Data Radar Cuaca

  • Abdullah Ali
  • Supriatna
  • Yunus Subagyo Swarinoto
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
18Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penentuan nilai batas ambang akumulasi curah hujan sangat penting dilakukan untuk dapat menjadi acuan dalam peringatan dini kejadian banjir. Penelitian ini melakukan perhitungan nilai batas ambang akumulasi curah hujan 24 jam dan 3 jam pada kejadian banjir di Kabupaten Bogor pada tahun 2019 dan 2020. Data radar cuaca digunakan karena lebih representatif secara spasial dibandingkan hasil pengamatan titik, dimana hasil pengamatan radar cuaca mampu mencakup seluruh wilayah yang terjadi banjir hingga wilayah administrasi kelurahan. Metode persentil 90 digunakan untuk menentukan nilai batas ambang. Berdasarkan hasil analisis data, frekuensi banjir tertinggi terjadi pada bulan April dan Desember 2019, dengan nilai akumulasi curah hujan 24 jam yang lebih tinggi dibandingkan dengan bulan lain. Hasil perhitungan nilai persentil ke-5, ke-25, ke-50, ke-75, dan ke-90 akumulasi curah hujan 24 jam berturut-turut 10,6 mm, 12,71 mm, 15,84 mm, 19,86 mm dan 23,34 mm, sedangkan untuk nilai akumulasi curah hujan 3 jam berturut-turut 1,51 mm, 3,39 mm, 6,79 mm, 11,99 mm dan 16,17 mm. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk penelitian lanjutan dalam hal peringatan dini banjir maupun peringatan dini berbasis dampak.

Cite

CITATION STYLE

APA

Abdullah Ali, Supriatna, Yunus Subagyo Swarinoto, & Umi Sa’adah. (2023). Penentuan Nilai Batas Ambang Akumulasi Curah Hujan pada Kejadian Banjir di Kabupaten Bogor Berbasis Data Radar Cuaca. Jurnal Aplikasi Meteorologi, 1(2). https://doi.org/10.36754/jam.v1i2.315

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free