Abstract
Sejarah mencatat bahwa fakta sosioreligi psikologis perempuan Indonesia umumnya merupakan figur sentral dalam pendidikan moral anak dan keluarga. Maka perlu dikaji bagaimana Nahdlatul Ulama memiliki peran dalam pemberdayaan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan library research, penelitian menghasilkan bahwa bahwa Nahdlatul Ulama’ sejak awal berdirinya memiliki banyak kontribusi dalam pemberdayaan perempuan. Dalam kebijakan NU, perempuan memiliki kualitas mumpuni dari segi pengetahuan dan keterampilan, memiliki kodrat wanita Islam, mendapat pendidikan sama dengan laki-laki dan berhak mendapat kesehatan serta bebas dalam berpolitik. Kebijakan tersebut diimplementasikan melalui forum diskusi, pelatihan-pelatihan keterampilan, pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan, mengadakan seminar, dan training gender. Hal ini menjadi bukti bahwa NU berada di garda depan dalam usaha memberdayakan perempuan, selama tidak melawati kodratnya sebagai wanita. Klaim miring dari luar, bahwa NU anti kesetaraan gender secara otomatis terbantahkan.
Cite
CITATION STYLE
Robiah Adawiyah, & Robingun Suyud El Syam. (2022). FEMINISME ISLAM DALAM NAHDLATUL ULAMA. NUansa : Jurnal Penelitian, Pengabdian Dan Kajian Keislaman, 1(1), 1–9. https://doi.org/10.32699/nuansa.v1i1.14
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.