Abstract
Staphylococcus aureus (S. aureus) merupakan bakteri yang sering ditemukan resisten terhadap antibiotik dan menginfeksi pasien dengan sistem imun lemah. Saat ini, penggunaan terong ungu (Solanum melongena L.) untuk pengobatan infeksi banyak dikembangkan karena efek farmakologi yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat terong ungu terhadap bakteri S aureus. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri dengan metode microdillution untuk membandingkan efek penghambatan pertumbuhan koloni bakteri S. aureus oleh bahan aktif ekstrak etil asetat terong ungu konsentrasi 5 mg/mL, 10 mg/mL, 20 mg/mL, dan 40 mg/mL terhadap kontrol negatif, kontrol media, dan kontrol pelarut DMSO 5%. Ekstrak etil asetat terong ungu konsentrasi 40 mg/mL mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus ATCC 25923 sebesar 94%, konsentrasi 20 mg/mL menghambat sebesar 83%, konsentasi 10 mg/mL menghambat sebesar 26%, dan konsentrasi 5 mg/mL tidak menghambat pertumbuhan bakteri. Konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak etil asetat terong ungu sebesar 20 mg/mL dan nilai KBM lebih besar dari 40 mg/mL. Aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat terong ungu bergantung dengan dosis konsentrasi yang digunakan. Semakin tinggi konsentrasi yang digunakan maka semakin tinggi pula aktivitas antibakterinya
Cite
CITATION STYLE
Putri, R. S., Setiawati, S., Setyono, J., Sutrisna, E., & Mardhihusodo, H. R. (2023). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etil Asetat Terong Ungu (Solanum melongena L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 5(2), 205–211. https://doi.org/10.25026/jsk.v5i2.1730
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.