Abstract
Korea Selatan bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk mengembangkan sistem pertahanan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) untuk mempertahankan negara dari kemungkinan serangan Korea Utara. Namun, China keberatan dengan hal tersebut karena dianggap mengancam keamanan negaranya. Peneliti mencoba mencari tahu apakah respon yang diberikan oleh China sesuai dengan keberatan yang mereka ajukan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data sekunder. Hasilnya China menerapkan kebijakan boikot dan berbagai larangan terhadap produk dan pariwisata yang berdampak pada perekonomian Korea Selatan. Sebagai jalan keluar, Korea Selatan mengeluarkan pernyataan publik yang dikenal sebagai “tiga tidak” untuk menormalkan hubungan dengan China.
Cite
CITATION STYLE
Aryabima, M., Pratama, M. A., & Patra, S. A. (2023). Respon China Terhadap Kebijakan Penempatan Sistem Terminal High Altitude Area Defence Korea Selatan. Frequency of International Relations (FETRIAN), 5(1), 76–105. https://doi.org/10.25077/fetrian.5.1.76-105.2023
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.