BERPIKIR KRITIS CALON GURU DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTROVERSIAL MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN HIGH ORDER THINKING SKILLS

  • Rosyadi A
  • Sadijah C
  • Susiswo S
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
79Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis calon guru dalam menyelesaikan masalah kontroversial matematika dengan menggunakan High Order Thinking Skills. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah calon guru yang mengalami kontroversial setelah menyelesaikan masalah kontroversial yang diberikan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Proses berpikir dalam menyelesaikan masalah kontroversial matematika terdiri dari aspek identifying, connecting, applying, argumentation dan clarifying. Pada saat menggunakan HOTS untuk mengetahui proses berpikir kritisnya diperoleh kesimpulan bahwa tahap analisis terjadi pada saat calon guru identifying dan connecting. Untuk aspek evaluasi terjadi pada saat calon guru melakukan proses applying. Untuk aspek mencipta, terjadi pada saat calon guru menggunakan argumentation and clarifying dalam menyelesaikan masalah yang diberikan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rosyadi, A. A. P., Sadijah, C., Susiswo, S., & Rahardjo, S. (2021). BERPIKIR KRITIS CALON GURU DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTROVERSIAL MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN HIGH ORDER THINKING SKILLS. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 10(4), 1973. https://doi.org/10.24127/ajpm.v10i4.4082

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free