Meningkatkan Kepuasan Perkawinan Melalui Aktivitas Menghitung Kebaikan

  • Andrini R
  • Oriza I
  • Rizwari M
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
28Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ketidakpuasan dalam perkawinan tidak hanya berdampak pada hubungan perkawinan, tetapi juga pada diri individu, seperti menurunnya kesehatan psikologis dan peningkatan stres psikologis dan kecenderungan depresi. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji efektivitas aktivitas menghitung kebaikan dalam meningkatkan kepuasan perkawinan. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 62 orang yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diminta untuk melaporkan kebaikan yang ia lakukan kepada pasangannya selama 7 hari berturut-turut. Kepuasan perkawinan partisipan diukur sebanyak 2 kali (pre-test dan post-test), dengan menggunakan Enrich Marital Satisfaction (EMS) yang sudah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan tingkat kepuasan perkawinan yang signifikan antara kelompok yang melakukan aktivitas menghitung kebaikan dan yang tidak melakukan aktivitas menghitung kebaikan. Akan tetapi, partisipan pada kelompok eksperimen menunjukkan tingkat kepuasan perkawinan yang meningkat sesudah melakukan aktivitas menghitung kebaikan, walaupun tidak signifikan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Andrini, R., Oriza, I. I. D., Rizwari, M. C. A. P., & Rafidasari, M. N. (2018). Meningkatkan Kepuasan Perkawinan Melalui Aktivitas Menghitung Kebaikan. Journal Psikogenesis, 6(2), 155–164. https://doi.org/10.24854/jps.v6i2.698

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free