Abstract
Masalah kesantunan berbahasa tidak jarang ditemukan dalam percakapan antara mahasiswa dengan dosen pada media sosial telegram. Artikel ini mendeskripsikan bentuk kesantunan berbahasa mahasiswa, pematuhan dan penyimpangan prinsip kesopanan, dan fungsi kesantunan berbahasa pada mahasiswa dalam berinteraksi dengan dosen. Kesantunanberbahasa danetika bermedia sosial tetap perlu diperhatikan oleh pengguna media sosial. Perkembangan media sosial yang sangat pesat turut menimbulkan beberapa dampak pada setiap segi kehidupan. Oleh karena itu, perlu diperhatikan aspek kesantunan dalam berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tuturan mahasiswa yang berpatokan pada tiga maksim (Leech), di antaranya maksim pujian/penghargaan, maksim kerendahan hati, dan maksim penerimaan/persetujuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik teknik simak, sadap, catat. Hasil penelitian pada Kesantunan Berbahasa Mahasiswa Terhadap Dosen di STAI Darul Ulum Kandangan menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa menggunakan bahasa yang santun ketika berkomunikasi dengan dosen di media sosial telegram.Prinsip-prinsip tersebut tidak selalu diterapkan dalam percakapan antara mahasiswa terhadap dosen dalam media sosial telegram
Cite
CITATION STYLE
Rahim, A. R. (2023). KESANTUNAN BERBAHASA MAHASISWA DALAM BERINTERAKSI DENGAN DOSEN PADA MEDIA SOSIAL TELEGRAM. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(10), 4206–4215. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i10.1661
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.