BENCANA BANJIR BANDANG DI GARUT 20 SEPTEMBER 2016

  • G. Tejakusuma I
N/ACitations
Citations of this article
47Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Bencana banjir bandang terjadi di Garut pada 20 September 2016. Bencana ini merupakan bencana terbesar dalam sejarah kota ini dan menimbulkan korban jiwa sebanyak 33 orang tewas, 20 orang hilang tersapu aliran banjir bandang dan lebih dari 6300 orang mengungsi serta sekitar 2000 rumah mengalami kerusakan. Curah hujan yang sangat tinggi hingga mencapai di atas 150 mm atau tergolong ekstrim terjadi di hulu dan tengah Daerah Aliran Sungai Cimanuk. Perubahan penggunaan lahan dari hutan menjadi perkebunan menyebabkan run off menjadi semakin besar dan menyumbang faktor yang signifikan dalam terjadinya banjir bandang. Morfologi sungai berkelok pada setelah morfologi perbukitan dan pegunungan serta perkembangan permukiman di tepi sungai memberikan efek tingginya risiko bencana di Garut. Kombinasi curah hujan yang tinggi, perubahan penggunaan lahan dan morfologi sungai yang disertai dengan perkembangan permukiman di tepi sungai yang tidak ditata dengan baik menjadi faktor dominan untuk terjadinya bencana banjir bandang di Garut.

Cite

CITATION STYLE

APA

G. Tejakusuma, I. (2019). BENCANA BANJIR BANDANG DI GARUT 20 SEPTEMBER 2016. Jurnal Sains Dan Teknologi Mitigasi Bencana, 11(2), 10–18. https://doi.org/10.29122/jstmb.v11i2.3686

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free