Abstract
Harga jual yang rendah dan rentan mengalami kerugian pada saat panen raya, membuat Kelompok Tani Barokah Sejahtera yang selama ini menanam cabai dengan pola tanam monokultur, mencoba memperbaiki pola tanamnya dengan menggunakan pola tanam tumpangsari. Tumpang sari yang dilakukan yaitu, menanam cabe merah dengan head lettuce, dengan pertimbangan umur panen head lettuce lebih cepat, dengan harga jual yang lebih stabil. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan ide pengembangan bisnis, serta mengkaji kelayakan perubahan pola tanam monokultur menjadi tumpang sari berdasarkan aspek non finansial dan finansial. Metode analisis menggunakan analisis SWOT, aspek non finansial dan aspek finansial. Hasil analisis dari aspek non finasial, berdasarkan aspek pemasaran memiliki pasar yang dituju yaitu pedagang pengepul dan pengecer. Aspek produksi, tersedianya bahan baku, sarana dan prasarana. Aspek sumber daya manusia, tersedianya tenaga kerja. Aspek organisasi dan manajemen terdapat struktur organisasi kelompok tani dan pembagian tugas, serta aspek kolaborasi, berkerja sama untuk distribusi produk. Hasil analisis finansial perolehan laba bersih sesudah pengembangan sebesar Rp 39.376.390. Analisis R/C ratio diperoleh sebesar 2,74. Perhitungan analisis parsial pengembangan bisnis memberikan keuntungan tambahan sebesar Rp 10.336.000. Berdasarkan analisis non finasial dan finansial pengembangan bisnis menguntungkan untuk dilaksanakan.
Cite
CITATION STYLE
Kuntari, W., & Rasid, S. A. (2022). PERUBAHAN POLA TANAM MONOKULTUR MENJADI TUMPANG SARI DI KELOMPOK TANI BAROKAH SEJAHTERA. MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal), 4(2), 446. https://doi.org/10.52434/mja.v4i2.1441
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.