ANALISIS TRADISI RUWAT LAUT PADA KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT DI DESA SUKANAGARA CARITA

  • Solehah S
  • Damanhuri D
  • Bahrudin F
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tradisi ruwat laut di Desa Sukanagara pernah mengalami perubahan dan menyebabkan pertentangan pendapat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tradisi ruwat laut dalam tinjauan agama, budaya, sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ditemukan tradisi ruwat laut di desa ini sesuai dengan ajaran agama Islam. Terdapat bahan sesajen dahulu yang belum bisa dibuang, seperti bunga tujuh rupa menjadi bahan yang dido’a-do’akan ketika proses pelaksanaannya, sehingga masyarakat mengharapkan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi ruwat laut di Desa Sukanagara, pertama kali mengalami perubahan pada tahun 1992, dengan rangkaian ritual mulai dari pembacaan Syekh Abdul Qodir Jaelani, riungan, makan bersama dan mengelilingi Muara Cilurah dengan kapal ikan. Tradisi ruwat laut dapat membangun rasa gotong royong, solidaritas, dan terjalinnya tali silaturahmi. Tradisi ruwat laut di Desa Sukanagara mengalami Islamisasi, tradisi ruwat laut dapat dirubah proses ritualnya apabila tak sesuai dengan kondisi masyarakat, tradisi ruwat laut dapat menghidupkan interaksi sosial.Kata kunci: Agama, Budaya, Sosial Kata kunci: Agama, Budaya, Sosial

Cite

CITATION STYLE

APA

Solehah, S., Damanhuri, D., & Bahrudin, F. A. (2023). ANALISIS TRADISI RUWAT LAUT PADA KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT DI DESA SUKANAGARA CARITA. Jurnal Sosial Humaniora Sigli, 6(1), 149–158. https://doi.org/10.47647/jsh.v6i1.1479

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free