Abstract
Land use changes in urban area influence coefficient of surface flow. For example, the changes of open space area into a new urban settlement, warehousing, or trade area in Surabaya increase surface flow quantity which lead to excessive water run off. A flood control method is needed in order to control the excessive water run off. This study aim to select which is the optimum alternative of flood control method among infiltration well, long storage, and water reservoir which is selected based on each region of Surabaya city. Analytic Hierarchy Process (AHP) method is used as a selection method and pair wise comparison is used as a weighting method. The assessment criteria are technical aspect, construction, and operation and maintenance which are obtained via expert suggestion. Using pair wise comparison, the weighting values of technical aspect, construction, and operation and maintenance is 39%, 23%, and 38% respectively. The best alternative and its score for each region of Surabaya are; infiltration well for Central Surabaya (0.474), water reservoir for West Surabaya (0.658), water reservoir for East Surabaya (0.569), water reservoir for North Surabaya (0.394), and water reservoir for South Surabaya (0.547). Abstrak Perubahan tata guna lahan di Surabaya, dari lahan terbuka hijau menjadi pemukiman, pergudangan, dan perdagangan, dapat menaikkan koefisien dan debit aliran permukaan. Akibatnya, hal tersebut meningkatkan resiko terjadinya banjir dan genangan di wilayah Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai mana yang terbaik diantara Sumur Resapan, Long Storage, dan Tampungan Air, sebagai pengendali banjir untuk masing-masing wilayah Surabaya Pusat, Surabaya Barat, Surabaya Timur, Surabaya Utara, dan Surabaya Selatan. Pemilihan tiga alternatif pengendali banjir tersebut diperoleh dari sebelas kuisioner yang diajukan pada expert dibidang pengendalian banjir. Kriteria penilaian yang digunakan meliputi aspek teknis, pelaksanaan, dan operasi dan pemeliharaan, hal terebut berdasarkan studi literatur dan sebelas kuisioner yang diajukan kepada expert. Pengambilan keputusan menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan perhitungan pembobotan menggunakan pair wise comparison. Dengan pair wise comparison diperoleh bobot untuk aspek teknis adalah 39%, aspek pelaksanaan 23%, dan aspek operasi dan pemeliharaan 38%. Hasil akhir pilihan pengendali banjir untuk masing-masing wilayah beserta bobotnya adalah sebagai berikut; Surabaya Pusat adalah Sumur Resapan (0,474), Surabaya Barat adalah Tampungan Air (0,658), Surabaya Timur adalah adalah Tampungan Air (0,569), Surabaya Utara adalah Tampungan Air (0,394) dan Surabaya Selatan adalah Tampungan Air (0,547).
Cite
CITATION STYLE
Sa’ud, I. (2012). Penggunaan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk Menilai Alternatif Sumur Resapan, Long Storage, dan Tampungan Air sebagai Pengendali Banjir di Surabaya. Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, 10(2), 69. https://doi.org/10.12962/j12345678.v10i2.2668
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.