Peran Spiritualitas-Moralitas Pemimpin Dalam Kitab Hakim-Hakim 19:1-30

  • Sihura S
N/ACitations
Citations of this article
11Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

This article aims to discover the leadership ethics of Judges 19:1-30. This text is filled with edifying teachings about the importance of good ethics-morality of a spiritual leader. A servant of God in his ministry cannot act at will, he always holds the values that are inherent to him, namely the ethics of a servant of God. For a leader, ethics-morality is an important part for him to carry out the duties of his calling. The book of Judges 19:1-30 shows how the ethics of a servant of God did not work properly, marked by the horrific moral decline of the Israelites at that time. This book contains educational teaching. The research method used qualitative research methods including narrative analysis and theological reflection of Judges 19:1-30 with the character of a Levite. The research intends to develop an ethic of leadership that is obedient and in accordance with God's will. The results of this study show that Judges 19:1-30 is a teaching of God's truth actualized through the life of a spiritual leader who lives in righteousness, holiness of self, high ethics and morality.  Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menemukan etika kepemimpinan Kitab Hakim-Hakim 19:1-30. Teks ini syarat dengan pengajaran yang mendidik tentang pentingnya etika-moralitas yang baik dari seorang pemimpin rohani. Seorang hamba Tuhan dalam pelayanannya tidak dapat bertindak sesuka hati, ia senantiasa memegang nilai-nilai yang melekat bagi dirinya yaitu etika seorang hamba Tuhan. Bagi seorang pemimpin, etika-moralitas menjadi bagian penting bagi dirinya untuk melaksanakan tugas panggilannya. Kitab Hakim-hakim 19:1-30 menunjukkan betapa etika seorang hamba Tuhan tidak berjalan dengan semestinya ditandai dengan kedahsyatan kemerosotan moral umat Israel pada masa itu. Kitab ini mengandung pengajaran yang mendidik. Metode penelitian menggunakan metode penilitian kualitatif termasuk analisis narasi dan refleksi teologi dari Hakim-hakim 19:1-30 dengan karakter seorang Lewi. Penelitian bermaksud untuk mengembangkan etika kepemimpinan yang taat dan sesuai kehendak Tuhan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hakim-hakim 19:1-30 menjadi pengajaran kebenaran Allah yang teraktualisasi melalui kehidupan seorang pemimpin rohani yang hidup dalam kebenaran, kesucian diri, etika dan moralitas yang tinggi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sihura, S. (2024). Peran Spiritualitas-Moralitas Pemimpin Dalam Kitab Hakim-Hakim 19:1-30. JURNAL LUXNOS, 10(1), 68–88. https://doi.org/10.47304/edbahr31

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free