Abstract
Perkembangan di era digital saat ini semakin canggih dalam lingkungan bermasyarakat tentu dapat menjadi perkembangan bagi lingkungan keluarga terhadap hingga menyebabkan degradasi moral pada anak yang perlu mempertimbangkan untuk menumbuhkan moral setiap remaja dengan etika yang tentu sangat diperlukan bagi remaja dalam pergaulannya guna menjadi panduan berperilaku remaja dalam mengambil sikap dan tindakan yang berhadapan dengan rasa tanggung jawab yang sesuai dengan Al-Quran. Metodologi penelitian yang mengandalkan tinjauan literatur sebagai sarana utama pengumpulan data. Ini mencakup beragam bahan tertulis, namun tidak terbatas pada karya sastra, artikel ilmiah, karya jurnalistik, makalah konferensi dan bentuk lain dari konten yang diterbitkan. Kemudian penulis melakukan pengutipan baik teori maupun isi yang relevan untuk menyusun konsep penelitian. Pendidikan karakter qurani dalam terdapat dalam Surah Al-Luqman [31]: 12-19, adanya rasa bersyukur kepada Allah Swt, perilaku yang tidak menyekutukan Allah Swt, berbakti kepada kedua orang tua, segala amal diperhitungkan, sikap rendah hati, serta mendirikan shalat, amar ma’ruf nahi munkar dan sabar. Surah Maryam (19):30-34, berbakti kepada kedua orang tua dan jujur. Surah Al-An’am [6]:151-153, religius, tanggung jawab, dan jujur. Surah Al-Isra’ [17]:23-24, religius, jujur, cinta damai, peduli sosial, tanggung jawab, rendah hati kepada kedua orang tua. Surah Al-Hujurat [49]:11-12, menjunjung kehormatan dengan menjauhkan diri dari sikap dan perbuatan yang mengolok sesama, larangan melakukan perbuatan berprasangka buruk atau su’udzon, menjauhkan diri dari sikap dan perbuatan dalam mencari-cari atau menyebarluaskan aib seseorang serta larangan perbuatan gibah. The rapid integration of digital technology into daily life has significantly altered social behavior and moral norms, particularly among adolescents. This transformation has raised concerns about moral degradation within Muslim youth communities. This study investigates the relevance of Qur’anic character education in the family as a strategic response to these challenges. Employing a qualitative library research approach, the study analyzes primary and secondary sources—including Qur’anic exegesis and contemporary Islamic educational literature. Selected verses—Surah Luqman [31]: 12–19, Surah Maryam [19]: 30–34, Surah Al-An’am [6]: 151–153, Surah Al-Isra’ [17]: 23–24, and Surah Al-Hujurat [49]: 11–12—highlight core ethical principles such as gratitude, honesty, humility, and social responsibility. The findings reveal that when these values are instilled through family-based education, they form a resilient ethical framework capable of mitigating the disruptive moral effects of digital media. Qur’anic moral teachings serve as a cultural bridge across generations, reinforcing ethical awareness and preserving religious identity. The study calls for renewed attention to intra-family Qur’anic education as a vital form of cultural resistance and moral resilience in the digital era
Cite
CITATION STYLE
Siti Asiyah Dalimunthe, Pradana, S. A., Drajat, A., & Nasution, M. R. (2025). Pendidikan karakter qurani dalam Mengatasi degradasi moral remaja islam di era digital (Telaah ayat-ayat akhlak dala, al-quran). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr, 14(1), 67–79. https://doi.org/10.24090/jimrf.v14i1.12146
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.