Abstract
YouTube sebagai media sosial tidak hanya sebagai sarana komunikasi dalam pergaulan, tetapi dapat juga dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi politik. Sebagai sarana komunikasi politik maka YouTube sering dimanfaatkan untuk menyampaikan pendapat dan dukungannya kepada tokoh-tokoh politik yang diusung melalui komunikasi khusunya terlihat pada kolom komentar. Berbagai gaya komunikasi dilakukan para pengguna media sosial, baik melalui komentar, kritik, saran, dan gurauan yang di dalamnya berpeluang mengandung ujaran kebencian. Artikel ini merupakan hasil penelitian kualitatif yang fokusnya untuk menginterpretasikan data yang telah didapatkan dengan penjelasan secara mendalam terhadap suatu fenomena penggunaan ujaran kebencian pada kolom komentar channel Youtube berita politik di Indonesia. Data yang telah berhasil digali, dikumpulkan, dan dicatat dalam kegiatan penelitian. Teknik uji validitas data penelitian ini menggunakan member check dan validasi pakar media. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ujaran kebencian yang terjadi pada berita politik pemilihan presiden 2019 di channel YouTube dalam bentuk kata dan frasa, serta penggunaan gaya bahasa. Gaya bahasa ujaran kebencian dalam penelitian ini didominasi gaya bahasa sarkasme yang bermakna kasar, mengandung umpatan, sindiran, ejekan, serta penggunaan sebutan atau julukan pada orang lain dengan tidak menghormati atau bahkan merendahkan atau menghina.
Cite
CITATION STYLE
Jamilah, F., & Wahyuni, P. (2020). Ujaran Kebencian dalam Kolom Komentar YouTube pada Tahun Politik Pemilihan Presiden 2019. Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, Dan Asing, 3(2), 325–341. https://doi.org/10.31540/silamparibisa.v3i2.1109
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.