Pengaruh Ekstrak Daun Belimbing Wuluh Terhadap Histamin Pada Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) ASAP

  • Astuti I
N/ACitations
Citations of this article
32Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Histamin merupakan senyawa turunan dari asam amino histidin yang banyak terdapat pada ikan. Asam amino ini merupakan salah satu dari sepuluh asam amino esensial yang dibutuhkan oleh anak-anak dan bayi tetapi bukan asam amino essensial bagi orang dewasa. Histamin akan berbahaya jika seseorang mengonsumsi ikan dengan kandungan histamin 50 mg/100 g daging ikan. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun belimbing wuluh terhadap histamin selama penyimpanan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan konsentrasi 0 sebagai control dan 10% sebagai perlakuan ekstrak dengan lama penympanan 4 hari dengan 3 kali ulangan. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap. Berdasarkan hasil pengujian histamin pada semua perlakuan didapatkan hasil kandungan histamin berkisar antara 33,02 - 48,58 mg/100 g. Kandungan histamin pada ikan cakalang fufu masih memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) ikan asap yaitu maksimum 100 mg/100 g.

Cite

CITATION STYLE

APA

Astuti, I. (2018). Pengaruh Ekstrak Daun Belimbing Wuluh Terhadap Histamin Pada Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) ASAP. Gorontalo Fisheries Journal, 1(2), 1. https://doi.org/10.32662/.v1i2.415

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free