Evaluasi Algoritma Wouthuyzen dan Son untuk Pendugaan Sea Surface Salinity (SSS) (Studi Kasus: Perairan Utara Pamekasan)

  • Nafizah N
N/ACitations
Citations of this article
15Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pulau Madura merupakan pulau penghasil garam terbesar di Indonesia. Salah satu parameter yang digunakan dalam penentuan daerah potensi tambak garam adalah salinitas perairan ( Sea Surface Salinity ). Untuk memetakan persebaran salinitas perairan sebagai salah satu data pendukung dalam menganalisis potensi tambak garam dapat memanfaatkan citra satelit. Berbagai metode ekstraksi informasi salinitas perairan telah dikembangkan dan dimanfaatkan. Pengkajian pengukuran salinitas telah dilakukan dan menghasilkan algoritma salinitas perairan. Dalam penelitian ini, dilakukan evaluasi pada dua algoritma yang berbeda yaitu algoritma Wouthuyzen (2008) dan algoritma Son (2009) untuk melakukan estimasi nilai salinitas perairan di perairan utara Pamekasan, Madura. Sebelum dilakukan pemrosesan dengan algoritma, Citra Landsat-8 1T dikoreksi atmosfer dengan Second Simulation of a Satellite Signal in the Solar Spectrum-Vector (6SV). Hasil kajian ini menunjukkan bahwa perbedaan nilai salinitas perairan dari algoritma Wouthuyzen dengan data in-situ berkisar antara 2,66 hingga 3,91 psu . Sedangkan selisih salinitas algoritma Son dengan data in-situ 2,14 hingga 3,00 psu . Adapun nilai NMAE algoritma Wouthuyzen dengan data in-situ sebesar 7,2 %, sedangkan pada algoritma Son sebesar 10,6 %.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nafizah, N.-. (2016). Evaluasi Algoritma Wouthuyzen dan Son untuk Pendugaan Sea Surface Salinity (SSS) (Studi Kasus: Perairan Utara Pamekasan). Jurnal Teknik ITS, 5(2). https://doi.org/10.12962/j23373539.v5i2.17194

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free