Abstract
Fenomena meningkatnya konflik rumah tangga akibat tekanan ekonomi, tuntutan peran ganda, dan komunikasi yang tidak efektif, menjadi hal umum yang memengaruhi kepuasan pernikahan di Kabupaten Karawang, dua faktor yang diduga berperan dalam fenomena ini adalah Dyadic Coping dan Perceived Stress. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dyadic coping dan perceived stress terhadap marital satisfaction pada pasangan menikah di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kausalitas; sampel berjumlah 204 pasangan suami istri yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi ENRICH Marital Satisfaction Scale (EMS); Dyadic Coping Inventory (DCI); dan Perceived Stress Scale (PSS-10). Pengumpulan data dilakukan secara daring; analisis data menggunakan SPSS dengan uji asumsi normalitas Kolmogorov-Smirnov dan linearitas ANOVA; serta uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dyadic coping berpengaruh positif dan signifikan terhadap marital satisfaction; sedangkan perceived stress menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan, secara simultan dyadic coping dan perceived stress memiliki pengaruh signifikan terhadap marital satisfaction. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa kemampuan pasangan dalam mengelola stres bersama dapat meningkatkan kepuasan pernikahan; sementara persepsi terhadap stres yang tinggi cenderung menurunkan kualitas hubungan.
Cite
CITATION STYLE
Andeli, R., Dimala, C. P., & Mustika, H. (2025). Dyadic Coping dan Perceived Stress pada Marital Satisfaction Pasangan Menikah di Kabupaten Karawang. JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K), 6(3), 1232–1240. https://doi.org/10.51849/j-p3k.v6i3.832
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.