Dilema Globalisasi: Resistensi Kosmopolitanisme di Amerika Serikat

  • Khairi N
N/ACitations
Citations of this article
58Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tujuan dari paper ini yaitu untuk mengetahui kegagalan kosmopolitanisme di Amerika Serikat dan faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Kosmopolitanisme menjadi topik yang menarik untuk dibahas karena merupakan dampak dari globlaisasi yang mana dinilai merupakan solusi dalam mencapai perdamaian abadi dengan adanya pemerintah dunia dan kewarganegaraan dunia yang tidak mengenal batas negara. Amerika Serika sebagai role model dari pemikir hyper-globalis dan penganut demokrasi seharusnya mampu menciptakan potensi besar akan kosmopolitanisme, karena didalamnya sudah terdapat demokrasi dan nilai-nilai positif globalisasi lainnya. Penelitian menggunakan konsep kosmopolitanisme dan pandangan skeptis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengambilan data berupa studi pustaka. Hasil yang didapatkan yaitu Amerika Serikat pada kenyataannya tidak mampu menciptakan idealisme dari kosmopolitanisme dari berbagai bentuk mulai dari moral, hukum, romantisme, dan lain-lain. Amerika Serikat tidak mampu menciptakan identitas bersama, perdamaian abadi, memenuhi hak-hak kesetaraan dan kebebasan budaya, yang mana terlihat dari adanya perilaku rasisme yang telah mendarah daging, penolakan budaya Eropa, dan kebijakan proteksionisme.Tujuan dari paper ini yaitu untuk mengetahui kegagalan kosmopolitanisme di Amerika Serikat dan faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Kosmopolitanisme menjadi topik yang menarik untuk dibahas karena merupakan dampak dari globlaisasi yang mana dinilai merupakan solusi dalam mencapai perdamaian abadi dengan adanya pemerintah dunia dan kewarganegaraan dunia yang tidak mengenal batas negara. Amerika Serika sebagai role model dari pemikir hyper-globalis dan penganut demokrasi seharusnya mampu menciptakan potensi besar akan kosmopolitanisme, karena didalamnya sudah terdapat demokrasi dan nilai-nilai positif globalisasi lainnya. Penelitian menggunakan konsep kosmopolitanisme dan pandangan tradisionlis atau skeptis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengambilan data berupa studi pustaka. Hasil yang didapatkan yaitu Amerika Serikat pada kenyataannya tidak mampu menciptakan idealisme dari kosmopolitanisme dari berbagai bentuk mulai dari moral, hukum, romantisme, dan lain-lain. Hal tersebut dikarenakan Amerika Serikat memiliki tingkat keadilan yang rendah di bidang kesetaraan kedudukan yang mana diakibatkan oleh sikap dan perilaku rasisme yang telah mendarah daging di masyarakatnya. Kemudian, adanya faktor penolakan budaya Bangsa Eropa, dan kebijakan proteksionisme memberikan paham kosmopolitanisme susah berkembang di Amerika Serikat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Khairi, N. F. (2021). Dilema Globalisasi: Resistensi Kosmopolitanisme di Amerika Serikat. Padjadjaran Journal of International Relations, 3(2), 265. https://doi.org/10.24198/padjir.v3i2.32953

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free