IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN HAK ANAK PASCA PERCERAIAN DI KOTA PAREPARE PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

  • Rasida
  • Basri R
  • Said Z
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
18Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perceraian merupakan peristiwa hukum yang berdampak signifikan terhadap anak, terutama dalam pemenuhan hak asuh, nafkah, dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi perlindungan hak anak pasca perceraian di Kota Parepare, dengan menyoroti kesesuaian atau kontradiksi terhadap prinsip hukum Islam. Penelitian ini relevan karena perlindungan anak merupakan kewajiban negara dan agama yang harus dijunjung oleh orang tua dan masyarakat. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yuridis-empiris digunakan, dengan data dikumpulkan melalui wawancara bersama hakim Pengadilan Agama, Dinas Perlindungan Anak, dan keluarga terdampak perceraian. Analisis dilakukan dengan membandingkan praktik di lapangan dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, Kompilasi Hukum Islam, dan pandangan fuqaha.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi perlindungan hak anak di Parepare menghadapi kendala, seperti rendahnya kesadaran hukum orang tua, lemahnya pengawasan instansi, dan terbatasnya akses anak terhadap hak dasar. Dalam perspektif hukum Islam, perlindungan anak pasca perceraian merupakan tanggung jawab moral dan agama, terlepas dari status perkawinan. Diperlukan sinergi antara lembaga negara, tokoh agama, dan masyarakat untuk menjamin perlindungan hak anak sesuai nilai Islam dan peraturan perundang-undangan.Divorce has significant implications for the fulfillment of children’s rights, particularly custody, financial support, and education. This study examines the implementation of child rights protection after divorce in Parepare City and its conformity with Islamic legal principles. Employing a qualitative juridical-empirical approach, data were collected through interviews with Religious Court judges, the Child Protection Agency, and families affected by divorce, and analyzed in reference to the Child Protection Law, the Compilation of Islamic Law, and the views of Islamic jurists. The findings indicate that child rights protection has not been optimally implemented due to low legal awareness among parents, weak institutional supervision, and limited access to basic rights for children. From the perspective of Islamic law, protecting children after divorce remains a moral and religious obligation of parents. Therefore, synergy among state institutions, religious leaders, and society is essential to ensure the fulfillment of children’s rights in accordance with Islamic values and statutory regulations.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rasida, Basri, R., Said, Z., Aris, & Saidah. (2025). IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN HAK ANAK PASCA PERCERAIAN DI KOTA PAREPARE PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. AL-SYAKHSHIYYAH Jurnal Hukum Keluarga Islam Dan Kemanusiaan, 7(2), 419–435. https://doi.org/10.30863/as-hki.v7i2.10245

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free