Abstract
Cepatnya ekspansi petani mandiri di sektor sawit Indonesia menghadirka n tantangan penting dalam hal produktivitas, keberlanjutan dan legalit as. Sebagai dampaknya, semakin disadari pentingnya pengaturan yang leb ih baik petani sawit mandiri dalam pembuatan kebijakan. Mengingat sub- sektor ini terdiri dari beragam kelompok pemangku kepentingan dengan t antangan berbeda, pendekatan terarah dan berbeda sesuai dengan kelompo k pemangku kepentingan dibutuhkan dalam regulasi sektor ini. Upaya mew ujudkan hal tersebut, sejauh ini, kurang berhasil akibat kurangnya pem ahaman mengenai karakteristik petani sawit mandiri dan tantangan yang dihadapinya. Working Paper ini bertujuan untuk dapat berkontribusi men gisi celah pengetahuan tersebut dengan mengembangkan tipologi petani s awit mandiri. Menggunakan analisis klaster hirarkis pada data lapangan yang dikumpulkan dari 1.840 petani di salah satu kabupaten penghasil sawit terbesar di Sumatera, Rokan Hulu, enam sub-kelompok diidentifika si. Pengelompokkan ini dilakukan dengan membedakan berdasar karakteris tik sosial, ekonomi dan geografisnya. Dari hasil tersebut, laporan ini juga mengidentifikasi sejumlah prioritas intervensi spesifik bagi tia p sub-kelompok.
Cite
CITATION STYLE
I., J., & G.C., S. (2016). Mewujudkan petani kecil sawit mandiri yang lebih produktif dan berkelanjutan di Indonesia: Pandangan dari pengembangan tipologi petani kecil. Mewujudkan petani kecil sawit mandiri yang lebih produktif dan berkelanjutan di Indonesia: Pandangan dari pengembangan tipologi petani kecil. Center for International Forestry Research (CIFOR). https://doi.org/10.17528/cifor/006334
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.