Tradisi Mandi Kasai Daerah Lubuk Linggau Dalam Perspektif Aqidah

  • Muhammad Shiddiq
  • Muhammad Ahlun Najhir
  • Muhajirin
N/ACitations
Citations of this article
6Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Mandi Kasai adalah ritual adat pasca-pernikahan di Desa Batu Urip, Lubuk Linggau, yang melambangkan pembersihan spiritual dan awal kehidupan baru. Ritual ini menggunakan air sungai, jeruk nipis, dan mantra yang diyakini membawa berkah, tetapi beberapa aspeknya bertentangan dengan ajaran Islam, terutama terkait unsur gaib dan syirik. Artikel ini membahas ketegangan antara pelestarian tradisi dan pemahaman Islam, khususnya di kalangan generasi muda yang terpengaruh modernisasi. Sebagai solusi, diperlukan dialog antara tokoh agama dan adat untuk menjaga tradisi tanpa melanggar prinsip Islam.

Cite

CITATION STYLE

APA

Muhammad Shiddiq, Muhammad Ahlun Najhir, & Muhajirin. (2025). Tradisi Mandi Kasai Daerah Lubuk Linggau Dalam Perspektif Aqidah. Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education, 3(1), 1–11. https://doi.org/10.61994/taqrib.v3i1.844

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free