Abstract
Pengasuhan merupakan salah satu proses pembentukan karakter pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pengalaman pengasuhan anak kembar beda jenis kelamin. Penelitian ini melibatkan tiga partisipan dan menggunakan metode purposive dengan kriteria yaitu pelaku pengasuhan, memiliki anak kembar beda jenis kelamin, dan usia anak 6-12 tahun. Pengumpulan data menggunakan teknik in-depth interview dan dianalisis dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis. Penelitian ini memperoleh tiga tema induk, yaitu : (1) pengalaman pengasuhan anak kembar beda jenis kelamin, yang terdiri dari pengasuhan ganda, dan dukungan keluarga, hambatan pengasuhan dan tantangan pengasuhan; (2) makna pengasuhan terdiri dari kebersyukuran, pembelajaran dan perjuangan; (3) harapan pengasuhan yang terdiri dari terbentuknya karakter anak dan dukungan masa depan. Partisipan L merasa lelah dalam mengasuh anak kembar, namun tetap merasa bersyukur karena diberikan anak kembar beda jenis kelamin. Partisipan M merasa anak kembarnya cukup menjadi beban secara finansial namun kehadiran anak kembarnya dianggap sebagai anugerah karena diberikan anak lakilaki dan perempuan dalam satu waktu. Sedangkan partisipan A merasa anak kembar merupakan sesuatu yang patut disyukuri karena tidak semua orang merasakannya.
Cite
CITATION STYLE
Izzah, L., & Indrawati, E. S. (2022). LELAH TAPI BERKAH: INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS PENGALAMAN PENGASUHAN PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK KEMBAR BEDA JENIS KELAMIN. Jurnal EMPATI, 11(4), 269–278. https://doi.org/10.14710/empati.0.36472
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.