Abstract
Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah global karena kasusnya yang terus meningkat. Berbagai komplikasi dapat timbul akibat kadar glukosa darah yang tidak terkontrol. Penderita DM mempunyai kecenderungan menderita nefropati 17 kali lebih besar dibandingkan dengan orang non-diabetik, yang ditandai dengan peningkatan kadar kreatinin dan ureum dalam darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi kadar HbA1c dengan kadar kreatinin dan ureum pada pasien diabetes mellitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Karangasem. Penelitian ini adalah penelitian analitik retrospektif dengan rancangan studi cross sectional menggunakan data sekunder berupa rekam medis. Responden pada penelitian ini berjumlah 107 responden yang diambil dengan metode consecutive sampling. Hasil dari penelitian ini didapatkan rerata kadar HbA1c, kreatinin dan ureum secara berturut – turut yaitu 9,52% (SD ± 2,53); 1,05 mg/dL (SD ± 0,67); 39,60 mg/dL (SD ± 19,72). Dari hasil uji korelasi Spearman tidak didapatkan hubungan positif antara kadar HbA1c dengan kadar kreatinin (r = -0,215, p = 0,026) dan ureum (r = -0,254, p = 0,008) pada pasien diabetes mellitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Karangasem. Sehingga semakin tinggi kadar HbA1c maka semakin rendah kadar kreatinin dan ureum pada darah.
Cite
CITATION STYLE
MASYENI, S., PRIZKY ANGGRINA, N. N., & CITRA UDIYANI, D. P. (2022). Korelasi Kadar Hba1c dengan Kadar Kreatinin dan Ureum pada Pasien Diabetes Mellitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Karangasem. Hang Tuah Medical Journal, 20(1), 35–47. https://doi.org/10.30649/htmj.v20i1.332
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.