Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pencampuran bahasa yang digunakan oleh para tokoh dalam film tenggelamnya kapal Van Der Wijck serta gambaran kehidupan masyarakat minang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif karena akan mengklasifikasikan penggunaan campur kode pada penggunaan bahasa dan deskripsi kehidupan masyarakat minang dalam film ini. Hasil penelitian ini berupa temuan campur kode bahasa yang digunakan oleh tokoh sebagai kekayaan Indonesia yang memiliki beragam bahasa. Gambaran kehidupan masyakarat yang dimaksud dalam penelitian ini tidak hanya interaksi sosial tetapi juga aturan hidup. Masyarakat minang yang memiliki aturan untuk anak dan kemenakan merupakan keunikan tersendiri. Tatanan kehidupan masyarakat Minangkabau merupakan adat istiadat yang di bentuk oleh pemuka-pemuka adat terdahulu. Masyarakat Minangkabau menjadikan niniak mamak atau penghulu sebagai panutan dalam kehidupan sosial, alim ulama menjadi tempat bertanya, dan kemenakan menjadikan mamaknya sebagai tempat bermusyawarah dalam kehidupan. Selain fungsi mamak, gambaran kehidupan sehari-hari masyakarat minang tidak terlepas dari budaya sopan santun yang terikat dengan adat. Abstract This study aims to find the mixing of languages used by the characters in the “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” film and a depiction of the public life in minang. This study used a qualitative approach with descriptive method because it will classify the use of code mixing on language usage and description of public life minang in this film. The results of this study are the findings of code mixing of the language used by the characters as the Indonesian wealth with its' various languages. The depiction of the life of the community referred to in this study is not only social interaction but also the rules of life. Minang people who have rules for children and kemenakan is unique. The order of life of the Minangkabau people is a custom which is formed by the early traditional leaders. Minangkabau people make niniak mamak or penghulu as role model in social life, alim ulama become a place to ask, and kemenakan make their mamak as place of deliberation in life. Besides the function of mamak, the description of the daily life of the Minang community is inseparable from the culture of manners tied to tradition. Keywords: code mixing, minang people, sociolinguistic
Cite
CITATION STYLE
Damayanti, W. (2020). CAMPUR KODE DAN GAMBARAN KEHIDUPAN MASYARAKAT MINANG DALAM FILM TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK: TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK. METAMORFOSIS | Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia Dan Pengajarannya, 13(1), 11–20. https://doi.org/10.55222/metamorfosis.v13i1.299
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.