Abstract
Penulisan Al-Qur'an sebenarnya telah dimulai sejak wahyu pertama diturunkan hingga turunnya wahyu terakhir. Pada masa Khalifah Abu Bakar, ayat-ayat yang tersebar dan ditulis di berbagai media seperti kulit hewan dan daun-daunan dikumpulkan (dikenal sebagai proses jam'ul Qur'an) dan disimpan di rumah Hafsah. Kemudian, pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan, Zaid kembali ditunjuk untuk memimpin tim yang bertugas mengumpulkan dan menyalin ulang ayat-ayat Al-Qur'an dari berbagai sumber tulisan. Penelitian ini menggunakan library research dengan deskriptif-analisis. Pada era Dinasti Umayyah, penulisan Al-Qur'an mengalami perkembangan dengan penambahan tanda baca seperti dabt, syakl, dan nuqath, serta mulai ditulis menggunakan khat Kufi. Selanjutnya, pada masa Dinasti Abbasiyah, muncul tokoh kaligrafi seperti Ibnu Muqlah, dan gaya tulisan pun berubah menjadi khat Naskhi. Seiring kemajuan teknologi, Harun ar-Rasyid membeli kertas dari China dan mengembangkan teknologi percetakan, yang ditandai dengan berdirinya pabrik kertas di Baghdad dan Samarkand. Sejak saat itu, Al-Qur'an mulai disebarkan secara luas, hingga akhirnya dicetak pertama kali di Venice sekitar tahun 1537/1538 oleh Fratelli dengan menggunakan mesin cetak yang ditemukan oleh Johannes Gutenberg dari Jerman pada tahun 1440. Selain itu, ditemukan pula manuskrip Al-Qur'an yang diyakini tertua di dunia, yaitu yang berada di Birmingham, Inggris.
Cite
CITATION STYLE
Al Fiqri, H. (2025). Periodisasi Penulisan Al-Qur’an Masa Klasik Islam. FIHROS: Jurnal Sejarah Dan Budaya, 9(02), 76–92. https://doi.org/10.63915/fihros.v9i02.185
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.