KEFIR SEBAGAI ANTI JERAWAT DARI HASIL FERMENTASI SUSU HEWANI DAN SUSU NABATI MENGGUNAKAN KEFIR GRAIN

  • Muhsinin S
N/ACitations
Citations of this article
74Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Jerawat merupakan suatu penyakit yang salah satunya disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Salah satu alternatif pengobatan jerawat yaitu kefir. Kefir adalah produk susu yang difermentasikan menggunakan bakteri asam laktat seperti Lactobacillus lactis, Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus, dengan ragi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi adanya aktivitas antijerawat produk fermentasi susu kefir dengan bahan baku susu hewani dan nabati. Metode penelitian yang dilakukan secara eksperimental dimulai dari proses fermentasi, evaluasi mutu kefir dan uji aktivitas antibakteri. Hasil fermentasi kefir didapatkan pH asam sekitar 4,1-5,2. Hasil uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, susu kefir sapi (A), kambing (B) dan kedelai (C) di semua konsentrasi starter (2%, 5%, 7%) menggunakan metode difusi cakram kertas menunjukkan semua susu kefir memiliki daya hambat yang tergolong kuat (11-20 mm).

Cite

CITATION STYLE

APA

Muhsinin, S. (2020). KEFIR SEBAGAI ANTI JERAWAT DARI HASIL FERMENTASI SUSU HEWANI DAN SUSU NABATI MENGGUNAKAN KEFIR GRAIN. Journal of Pharmacopolium, 3(1). https://doi.org/10.36465/jop.v3i1.575

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free