KESALEHAN SOSIAL MENURUT MATIUS 23

  • Simangunsong B
  • Saragih E
  • Nababan F
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
21Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perubahan perilaku pergaulan dan meningkatnya presentasi muda-mudi gereja dalam ruang media sosial tentunya menjadi tantangan bagi gereja. Tujuan penelitian ini adalah mengargumentasikan konstruksi prinsip Etika Kristen berupa kesalehan sosial berdasarkan pembacaan Matius 23 sebagai konsep penatalayanan adaptif bagi muda-mudi gereja. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan kajian kritis dan konstruktif pada buku dan jurnal (studi literatur) yang terkait dengan hasil tafsiran Matius 23 dan penatalayanan muda-mudi gereja. Kesimpulannya adalah kesalehan sosial sebagai konstruksi Etika Kristen dari pembacaan tafsiran Matius 23. Adapun kesalehan sosial yang dimaksud mencakup empat prinsip etika kristen bagi muda-mudi gereja ketika mereka presentif di ruang media sosial, yaitu pertama, media sosial sebagai tempat untuk mengekspresikan integritas dan identitas kristiani (ay. 1-4); kedua, media sosial sebagai tempat untuk menabur dan menularkan nilai-nilai kejujuran (ay. 5-6); ketiga, media sosial sebagai wadah untuk membangun solidaritas persaudaraan dan kesetaraan (ay. 7-12); empat media sosial sebagai tempat untuk menyampaikan suara kenabian (ay. 13-36).

Cite

CITATION STYLE

APA

Simangunsong, B., Saragih, E., Nababan, F. Y., Panggabean, J., & Manik, L. V. E. (2022). KESALEHAN SOSIAL MENURUT MATIUS 23. CARAKA: Jurnal Teologi Biblika Dan Praktika, 3(2), 216–230. https://doi.org/10.46348/car.v3i2.126

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free