Ruang Andangan Arsitektur Limasan Sebagai Wadah Tradisi Kalang (Etnografi Demang Kalang (sub etnis Jawa)

  • Budi P
N/ACitations
Citations of this article
32Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kelompok sub etnis Jawa,  hingga saat ini masih terus melaksanakan tradisi yang diwarisi oleh leluhur. Meskipun dianggap tradisi yang aneh oleh sebagian orang Jawa, namun masih terus dilaksanakan. Pelaksanaan tradisi tersebut merupakan implementasi dari filosofi tata ruang Jawa ruang gelap dan ruang terang. Tradisi tersebut dilaksanakan dalam wadah arsitektur tradisional Jawa Limasan. Sub etnis Jawa tersebut dikenal dengan nama Kalang, dalam penelitian ini disebut sebagai wong Kalang. Tradisi obong begitulah mereka menyebutnya, merupakan tanggung jawab keluarga terhadap anggota keluarga yang telah meninggal. Pertanyaan penelitian: 1) Apakah arsitektur Limasan memiliki hubungan dengan tradisi obong yang dilaksanakan wong Kalang?; 2) Apa makna arsitektur Limasan bagi kelompok wong Kalang? Penelitian ini akan mengungkap makna arsitektur Limasan bagi wong Kalang. Melalui teknik etnografi dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, akan ditemukan beberapa hubungan dan makna dari pelaksanaan tradisi Kalang dalam ruang arsitektur Limasan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Setting ruang arsitektur Limasan memiliki hubungan dengan tradisi Kalang; 2) Arsitektur Limasan, memiliki makna yang penting dalam terlaksananya tradisi Kalang secara keseluruhan bukan hanya tradisi obong.Kata kunci: Kalang, Limasan, obong.

Cite

CITATION STYLE

APA

Budi, P. S. (2018). Ruang Andangan Arsitektur Limasan Sebagai Wadah Tradisi Kalang (Etnografi Demang Kalang (sub etnis Jawa). Jurnal Arsitektur ZONASI, 1(2), 63. https://doi.org/10.17509/jaz.v1i2.12216

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free