Abstract
Pertumbuhan jumlah penduduk di Kelurahan Ubung telah menyebabkan semakin terbatasnya ketersediaan lahan, yang secara langsung berdampak negatif pada sektor pertanian dan stabilitas ketahanan pangan warga. Menanggapi permasalahan ini, program pengabdian masyarakat ini mengusulkan penerapan sistem hidroponik berbasis metode Deep Flow Technique (DFT) sebagai alternatif pemanfaatan ruang terbatas di kawasan urban. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap utama, yakni survei lokasi, desain serta persiapan instalasi, pembangunan sistem hidroponik, dan evaluasi terhadap perkembangan tanaman. Instalasi dibuat menggunakan bahan yang sederhana dan ramah lingkungan, dengan mengedepankan keterlibatan aktif masyarakat mulai dari perencanaan hingga proses perawatan. Pelatihan juga diselenggarakan guna meningkatkan kapasitas teknis warga, meliputi pengelolaan nutrisi tanaman, perawatan sistem hidroponik, dan penanganan masalah pertumbuhan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tanaman sayuran seperti kangkung dan pakcoy berkembang secara optimal, yang mengindikasikan keberhasilan penerapan sistem DFT di lingkungan perkotaan. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan masyarakat terhadap praktik pertanian modern, memperkuat kemandirian produksi pangan rumah tangga, serta membuka prospek ekonomi berbasis pertanian. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa teknologi hidroponik dapat menjadi solusi strategis dalam mengatasi kendala keterbatasan lahan untuk ketahanan pangan.
Cite
CITATION STYLE
Sudartana, I. P. E., & Pramana, I. B. G. A. Y. (2025). Implementasi Sistem Hidroponik di Lingkungan Kelurahan Ubung. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 5(4), 1423–1432. https://doi.org/10.54082/jamsi.1824
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.