Abstract
Alam semesta bersumber dari zat Allah Yang Maha Semparna, qadim, dan Absolut. Proses tetjadinya melalui tenggang waktu, sehingga tidak menyebabkan zat-Nya yang qadim bembah atau qadimnya-alam semesta. Allah berkewajiban memelihara dan memperhatikan kepentingan alam semesta, karenanya Allah tidak lagi bersifat absolut dan tidak bofeh berbuat sewenang-wenang terhadap makhlukNya.Manusia, sebagai makhluk-Nya, tentu saja tidak terbelenggu ofeh keabsolutan Tuhan. Oleh sebab itu, manusia mempunyai otoritas dalam mewujudkan kehendak dan perbuatannya melalui daya yang sudah diciptakan Tuhan. Pemberian upah dan hukuman didasarkan alas pemakaian daya yang diciptakan Tuhan.
Cite
CITATION STYLE
Mufrodi, H. U. (2005). ALAM SEMESTA DAN KEABSOLUTAN TUHAN. ALQALAM, 22(3), 335. https://doi.org/10.32678/alqalam.v22i3.1365
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.