Ritual Rambu Solo Etnik Toraja Perspektif Antropologi Ekonomi

  • Wahyunis W
N/ACitations
Citations of this article
75Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis fenomena rambu solo pada etnik toraja dengan menggunakan pendekatan antropologi ekonomi. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penelusuran beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan (jurnal), buku-buku terkait yang dikeluarkan oleh pemerintah dan beberapa lembaga lainnya, dokumen pribadi-pribadi, dan beberapa bahan yang bersumber dari seminar nasional dan international. Orang Toraja mendiami dua kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Kabupaten Tanah Toraja dan Toraja Utara. Ritual upacara Rambu Solo juga sering dilakukan di dua kabupaten tersebut. Meskipun beberapa dilakukan dengan cara berbeda namun memiliki makna yang sama yaitu mengantarkan keluarga yang meninggal hingga sampai pada proses penguburan. Hasil penelitian menemukan makna ritual rambu solo yan telah mengalami pergeseran terutama dalam hal penyerahan hewan kurban kerbau dan babi yang direduksi dalam bentuk uang (materi) kemudian melahirkan sistem ekonomi tradisional orang toraja.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wahyunis, W. (2022). Ritual Rambu Solo Etnik Toraja Perspektif Antropologi Ekonomi. Maqrizi: Journal of Economics and Islamic Economics, 2(2), 132–139. https://doi.org/10.30984/maqrizi.v2i2.380

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free