Hubungan hipertensi terhadap kejadian infark miokard akut di RSUD Cengkareng

  • Riyanto M
  • Ariwibowo D
N/ACitations
Citations of this article
167Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Infark miokard merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia. Berbagai macam faktor menunjukan keterlibatannya dalam menimbulkan infark miokard, salah satu faktor utamanya adalah hipertensi. Oleh sebab itu, studi ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara hipertensi dan infark miokard pada RSUD Cengkareng Jakarta Barat. Studi ini bersifat analitik cross-sectional yang dilakukan pada 200 responden. Pengumpulan data menggunakan metode random sampling. Data diambil dengan menggunakan data rekam medis pasien yang sesuai sampel lalu diolah dan dilakukan uji Chi-square. Dari studi ini ditemukan subyek dengan hipertensi sebesar 116 (58%) orang, subyek dengan infark miokard sebesar 99 (49,5%) orang, dan subyek hipertensi dengan infark miokard sebesar 77 (66,4%) orang. Dari penelitian ini ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara hipertensi terhadap infark miokard (p-value < 0,001). Responden yang memiliki riwayat hipertensi memiliki resiko 2,54 kali lebih besar (RR = 2,54) terkena infark miokard dibandingkan responden tanpa riwayat hipertensi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Riyanto, M. A., & Ariwibowo, D. D. (2020). Hubungan hipertensi terhadap kejadian infark miokard akut di RSUD Cengkareng. Tarumanagara Medical Journal, 2(2), 360–365. https://doi.org/10.24912/tmj.v3i1.9742

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free