Pesantren: The miniature of moderate Islam in Indonesia

33Citations
Citations of this article
402Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Since reformation movement was trundled by students and people in Indonesia in 1998, all most thought and social movement domain are influenced by the reformation, primarily those relate to the religious understanding and its practice. At the time before reformation the people were in the quo status detention, who used to agree with all the uniformity of thought and movement- including in religious practice. However, in line with the reformation movement, the uniformity have been dissolved, so it encourages the emergence of various new religious thoughts. These have brought the consequences of emerging issues of islamic liberalism, funadamentalism, moderatism, ect. in Indonesia. The study of moderate Islam Indonesia have found the momentum to be seeked the roots of the devolopment in Pesantren keseragaman (uniformitas) telah menjadi pudar, dan hal ini telah memunnculkan berbagai model pemikiran keagamaan yang baru. Hal ini telah membawa konsekuensi terhadap munculnya isu-isu tentang liberalisme, fundamentalisme, moderatisme, dan sebagainya di Indonesia. Kajian tentang Islam moderat di Indonesia ini telah menemukan momentumnya, untuk dicarikan dasar-dasar pengembangannya di pesantren. Sejak gerakan reformasi digulirkan oleh para mahasiswa dan masyarakat Indonesia pada tahun 1998, seluruh pemikiran dan gerakan sosial telah terpengaruh olehnya, khususnya terkait dengan pemahaman dan praktek keberagamaan. Pada saat sebelum reformasi digulirkan, masyarakat Indonesia berada dalam tekanan status quo, di mana mereka sudah terbiasa hidup dalam keseragaman dalam pemikiran dan gerakan �termasuk di dalamnya adalah praktek keberagamaan. Akan tetapi, dengan digulirkannya gerakan reformasi tersebut, keseragaman (uniformitas) telah menjadi pudar, dan hal ini telah memunnculkan berbagai model pemikiran keagamaan yang baru. Hal ini telah membawa konsekuensi terhadap munculnya isu-isu tentang liberalisme, fundamentalisme, moderatisme, dan sebagainya di Indonesia. Kajian tentang Islam moderat di Indonesia ini telah menemukan momentumnya, untuk dicarikan dasar-dasar pengembangannya di pesantren.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ni’am, S. (2015). Pesantren: The miniature of moderate Islam in Indonesia. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 5(1), 111–134. https://doi.org/10.18326/ijims.v5i1.111-134

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free