Abstract
Penerapan konsep manajemen rantai pasok diperlukan dalam memenuhi permintaan konsumen akan produk pertanian yang meliputi pengelolaan keseluruhan proses produksi, distribusi dan pemasaran yang diukur melalui pengukuran kinerja rantai pasok. Kinerja rantai pasok adalah integrasi aktifitas rantai pasokan, sampai meningkatkan hubungan untuk mendapatkan keunggulan bersaing. Komoditi kakao menjadi komoditi unggulan di Sumatera Barat, dan Kabupaten Lima Puluh Kota menjadi salah satu lokus dari agroindustri kakao. Penelitian bertujuan untuk mengetahui sistem rantai pasok agroindustri kakao Kabupaten Lima Puluh Kota ditinjau dari aliran material, informasi dan keuangan masing-masing pelaku yang terlibat, dan mengukur kinerja rantai pasok agroindustri kakao Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian menggunakan kuisioner melalui metode SCOR (Supply Chain Operation Reference) dengan atribut reliability, responsiveness, agility, cost dan asset management. Hasil penelitian menunjukan pada sistem rantai pasok agroindustri kakao terdapat aliran material berupa kakao dari petani ke agroindustri pengolahan kakao “Chokato”, kemudian produk olahan kakao yang dihasilkan dijual ke konsumen (konsumen akhir ataupun konsumen IKM pengolahan produk kakao). Aliran informasi antar pelaku meliputi jumlah dan harga kakao yang dapat dipasok dan jumlah dan harga produk olahan kakao yang diproduksi agroindustri pengolahan kakao. Aliran keuangan diindikasikan dengan nilai pembelian dan nilai penjualan yang besarnya seiring dengan jumlah aliran material antar pelaku pada sistem rantai pasok agroindustri kakao. Hasil pengukuran kinerja rantai pasok menunjukan tingkat kepentingan tertinggi pada atribut cost sebesar 4,84 dalam skala 1 sampai 5, artinya pada rantai pasok agrondustri kakao sangat dipentingkan kemampuan entitas rantai pasok dalam pemenuhan biaya yang terkait proses rantai pasok, yang menentukan efisiensi dalam penyediaan produk.
Cite
CITATION STYLE
Shoffiyati, P., Noer, M., … Asrinaldi, A. (2019). ANALISIS KINERJA RANTAI PASOK AGROINDUSTRI KAKAO DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA, PROVINSI SUMATERA BARAT. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 29(1), 27–33. https://doi.org/10.24961/j.tek.ind.pert.2019.29.1.27
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.