Abstract
Burung walet merupakan burung pemakan serangga dan sarangnya bermanfaat bagi kesehatan. Namun, anakan burung walet memiliki tingkat daya tahan sangat rendah. Untuk itu, diperlukan pakan dengan kandungan nutrisi yang optimal yang berupa pakan kroto, jangkrik dan ulat hongkong. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pertambahan berat badan anak burung walet (Aerodramus fuchipaghus) dengan pakan jangkrik, pakan kroto, dan pakan ulat hongkong. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Setiap ulangan terdiri atas 1 ekor anak burung walet. Sebagai perlakuannya yaitu P1 (pakan kroto), P2 (pakan jangkrik), dan P3 (pakan ulat hongkong). Parameter yang diamati yaitu pertambahan berat badan anak burung walet. Data dianalisis menggunakan ANOVA untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh tehadap parameter yang diukur dan uji DMRT (Duncans Multiple Range Test) pada taraf signifikan <0,05%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan jangkrik diketahui merupakan pakan yang paling optimal untuk pertambahan berat badan anak burung walet (Aerodramus fuchipaghus) dengan rata-rata pertambahan berat sebesar 16,55 g.
Cite
CITATION STYLE
Lutviandary, D., & Kuntjoro, S. (2021). Pengaruh Pakan Jangkrik (Grillus mitratus), Kroto (Oecophyla smaragdina), dan Ulat Hongkong (Tenebrio molitor) terhadap Pertambahan Berat Badan Anak Burung Walet (Aerodramus fuchipaghus). LenteraBio : Berkala Ilmiah Biologi, 9(1), 23–27. https://doi.org/10.26740/lenterabio.v9n1.p23-27
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.