Kajian Sistematis: Resiliensi Korban Bullying di Sekolah

  • Sofiah L
  • Kusuma R
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak Perilaku bullying di Indonesia mengalami peningkatan 13,1% semenjak delapan tahun terakhir dengan sebanyak 41% siswa melaporkan menjadi korban bullying oleh teman sebayanya di sekolah. Perilaku ini jika dibiarkan secara terus menerus tanpa penanganan yang efektif akan memberikan dampak negatif bagi siswa yang menjadi korban bullying. Biasanya respon korban terhadap perilaku bullying yang mereka terima cenderung negatif sehingga membuat dirinya semakin terpuruk, merasa tidak berharga, dan tidak dapat mengembangkan diri dengan baik. Namun ada juga korban yang dapat merespon perilaku bullying dengan emosi positifnya sehingga ia dapat menyesuaikan diri, bangkit dari keterpurukan, dan mampu menghadapi perilaku bullying dengan baik yang disebut dengan korban yang resilien. Penelitian ini menggunakan tinjaun systematic review untuk mengetahui faktor – faktor resiliensi korban bullying di sekolah dengan meninjau 14 artikel dari 3 database yang berbeda. Berdasarkan hasil analisis yang diungkapkan oleh tinjauan sistematis literatur tentang faktor-faktor resiliensi korban bullying di sekolah terdapat empat faktor yang membantu meningkatkan resiliensi pada korban bullying yaitu individu, keluarga, teman, dan instansi, dengan dua faktor utama yang paling berpengaruh yaitu individu dan keluarga.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sofiah, L. F., & Kusuma, R. Y. (2024). Kajian Sistematis: Resiliensi Korban Bullying di Sekolah. INSANI: Jurnal Ilmu Agama Dan Pendidikan, 2(1), 104–120. https://doi.org/10.70424/insani.v2i1.104-120

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free