INKONSISTENSI EJAAN BAKU AKIBAT PENAMBAHAN BUNYI VOKAL /ə/ DALAM KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA

  • Oentari B
N/ACitations
Citations of this article
28Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sebagai sumber rujukan, kamus memegang peranan penting dalam menyediakan informasi kebahasaan seakurat mungkin kepada masyarakat penuturnya. Salah satu informasi kebahasaan tersebut adalah bentuk baku. Pemakaian bahasa baku yang diperlukan bagi situasi formal dan komunikasi resmi menuntut penetapan kaidah yang standar dan juga konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan ketidakserasian ejaan baku yang disebabkan oleh anaptiksis atau penambahan bunyi vokal /ə/ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima (2018). Penelitian campuran ini mengacu kepada teori penerapan kamus sebagai hasil kodifikasi (Kaplan & Baldauf, 1997) dan penggunaan kamus terdahulu sebagai sumber data bagi leksikografi (Lauder, 2010). Metode simak catat digunakan untuk menganalisis sampel data penelitian berupa 40 kata baku dan nonbaku dalam KBBI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis ejaan baku berdasarkan ada atau tidaknya anaptiksis vokal /ə/ di antara gugus konsonannya. Jenis pertama adalah bentuk baku yang mengandung anaptiksis dan jenis kedua adalah bentuk baku yang tidak mengandung anaptiksis. Jenis pertama mendominasi data sebanyak 57,5% dan menunjukkan bahwa ejaan baku bahasa Indonesia didominasi bentuk yang menyisipkan vokal /ə/ di antara gugus konsonannya. Adapun jenis kedua yang bentuk bakunya tidak mengandung anaptiksis terlihat pada sembilan kategori gugus konsonan dengan gugus konsonan terbanyak yakni /tr/, /st/, dan /sp/. Penemuan tersebut menunjukkan bahwa ada ketidakserasian dalam kaidah bentuk baku. Padahal standardisasi dibutuhkan untuk mengarahkan masyarakat pengguna bahasa agar dapat menggunakan bahasa sesuai kaidah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Oentari, B. S. (2023). INKONSISTENSI EJAAN BAKU AKIBAT PENAMBAHAN BUNYI VOKAL /ə/ DALAM KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA. EPIGRAM (e-Journal), 20(1), 96–106. https://doi.org/10.32722/epi.v20i1.5569

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free