Edukasi Perubahan Masa Pubertas dan Upaya Perlindungan Diri untuk Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak

  • Kurniawati E
  • Novembriani R
  • Suprobo N
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
58Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pendidikan seks pada anak yang masih dianggap tabu berdampak pada tingginya kasus kekerasan maupun pelecehan seksual pada anak. Beberapa kasus kekerasan seksual yang terjadi pada anak telah diidentifikasi bahwa anak tidak tahu dan tidak menyadari tindakan yang dilakukan oleh pelaku kekerasan seksual merupakan tindakan yang salah. Maka dari itu, pendidikan seks penting diberikan pada anak usia sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah pemberian edukasi mengenai perubahan masa pubertas dan upya perlindungan diri untuk pencegahan kekerasan seksual pada anak. Metode edukasi yang digunakan yaitu Small Group Discussion (SGD) dan video (audiovisual). Hasil pre-test menunjukkan hanya terdapat 15% anak yang mengetahui perubahan masa pubertas dan upaya perlindungan diri untuk mencegah kekerasan seksual. Proses SGD dilakukan sesuai langkah dan diskusi berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Ketka pemaparan video, siswa memperhatikan dengan seksama. Hasil post-test menunjukkan bahwa 70% siswa telah mengetahui perubahan masa pubertas dan upaya perlindungan diri untuk mencegah kekerasan seksual.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kurniawati, E. D., Novembriani, R. P., Suprobo, N. R., & Hasanah, W. K. (2022). Edukasi Perubahan Masa Pubertas dan Upaya Perlindungan Diri untuk Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak. Genitri Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan, 1(2), 171–175. https://doi.org/10.36049/genitri.v1i2.86

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free