Pengaruh Pemberian Metode 20-20-20 terhadap Penurunan Gejala Computer Vision Syndrome (CVS)

  • Nurhikma G
  • Setyowati D
  • Ramdan I
N/ACitations
Citations of this article
105Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Computer Vision Syndrome (CVS) adalah kombinasi masalah atau sekumpulan gejala pada mata akibat aktivitas penggunaan perangkat digital seperti komputer, telepon, dan tablet dengan penglihatan jarak dekat dan berlangsung secara terus menerus. Pekerja yang menggunakan komputer dengan durasi lebih dari 2-4 jam sehari beresiko mengalami CVS dan dapat berdampak pada produktivitas kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian metode 20-20-20 terhadap penurunan gejala CVS. Jenis penelitian ini adalah true experimental desain pretest-posttest control group design. Jumlah sampel sebanyak 30 orang karyawan dan dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Analisis bivariat menggunakan uji paired samples T-test untuk sampel berpasangan dan uji independent samples T-test dan Mann-Whitney untuk sampel tidak berpasangan dengan tingkat signifikansi 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara skor gejala CVS sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai ρ=0,001 (ρ < 0,05). Peneliti menyimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari pemberian metode 20-20-20 terhadap penurunan gejala CVS pada karyawan. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat berinovasi untuk menurunkan gejala Computer Vision Syndrome (CVS).

Cite

CITATION STYLE

APA

Nurhikma, G., Setyowati, D. L., & Ramdan, I. M. (2022). Pengaruh Pemberian Metode 20-20-20 terhadap Penurunan Gejala Computer Vision Syndrome (CVS). Faletehan Health Journal, 9(3), 298–307. https://doi.org/10.33746/fhj.v9i3.437

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free