Abstract
Agama dan budaya, keduanya memiliki kaitan yang sangat erat. Karena keeratannya itu , sehingga sulit untuk dibedakan antara pengamalan ajaran agama atau sekedar berbudaya. Akibatnya terjadinya kerancuan antara pengamalan ajaran agama dan berbudaya dalam kehidupan bermasyarakat, beragama dan berbangsa tidak dapat dihindarkan. Bertitik tolak dari realitas ini maka kajian ini dilakukan dengan tujuan untuk merumuskan pengertian agama dan budaya serta perbedaan antara keduanya, mendeskripsikan kerancuan yang terjadi di masyarakat terkait dengan pelaksanaan terhadap ajaran agama dan berbudaya, mendeskripsikan bagaimana memposisikan agama dan budaya dalam kehidupan bermasyarakat, beragama dan bernegara. serta mendiskripsikan penyelenggaraan Diklat Multikultural yang ideal. Sebagai penelitian kualitatif, maka observasi, wawancara dan dukumentasi menjadi andalan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini. Pemikiran induktif, abstraktif ,logis dan sistematis merupakan ciri khas dalam penganalisaan data. Temuan pokok dalam penelitian ini adalah terjadinya kerancuan pemahaman terhadap agama dan budaya pada berbagai aspek kehidupan terkait dengan perilaku, etika berbusana dan aspek-aspek kehidupan lainnya yang asalnya budaya yang dimiliki oleh bangsa atau kelompok masyarakat tertentu.
Cite
CITATION STYLE
Ngamilah, N. (2019). Menelisik Kerancuan Antara Pengamalan Ajaran Agama dan Berbudaya serta Idealitas Penyelenggaraan Diklat Multikultural. Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan Dan Keagamaan, 7(1), 79–96. https://doi.org/10.36052/andragogi.v7i1.80
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.