KERAPATAN VEGETASI KOTA PALU MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 9 OLI 2 MELALUI METODE NDVI

  • Riandhana T
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Vegetasi merupakan tolak ukur dalam menjaga kelestarian ekosistem suatu kota. Pembangunandan pertumbuhan penduduk yang pesat di kawasan perkotaan mengakibatkan terjadinyaperubahan kerapatan vegetasi dikarenakan keterbatasan ruang. Kota Palu yang merupakan IbuKota Provinsi Sulawesi Tengah, menjadi tolak ukur dalam menjaga ekosistem vegetasi bagaikota/kabupaten lainnya. Proses pemantauan vegetasi dapat dilakukan melalui analaisi citra.Yang yang dapat diakses semua orang dengan resolusi temporal yang cepat yakni Citra Landsat9 yang merupakan citra Landsat terbaru dari USGS. Pengoahan kerapatan vegetasi dengancitra Landsat dapat dipadukan dengan metode NDVI yaitu metode dalam menilai indeksvegetasi disuatu wilayah yang dapat dilakukan dengan cepat. NDVI didasarkan padapengamatan bahwa permukaan yang berbeda-beda merefleksikan berbagai jenis gelombangcahaya yang berbeda-beda.Hasil dari pengolahan ini yakni luas dari masing-masing kelas klasifikasi KerapatanVegetasi Kota Palu, yang menunjukkan bahwa Kelas Klassifikasi Kerapatan Vegetasi Rendahmemiliki luas yang paling tinggi yakni 9396,35 Ha atau 26,3% dan urutan kedua yakni NonVegetasi seluas 9206,68 Ha atau 25,8% dan yang paling rendah yakni Kelas KlasifikasiKehijauan Tinggi seluas 3821,3 Ha atau 10,7%.Kata Kunci: Kerapatan Vegetasi, Landsat 9 OLI 2, NDVI

Cite

CITATION STYLE

APA

Riandhana, T. (2024). KERAPATAN VEGETASI KOTA PALU MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 9 OLI 2 MELALUI METODE NDVI. Center of Education Journal (CEJou), 5(2). https://doi.org/10.55757/cejou.v5i2.532

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free