Abstract
Pengungkapan diri di akun kedua Instagram menjadi cara yang instan bagi individu dalam membagikan informasi diri yang sebenarnya berdasar pada pengalaman dan aktivitas sehari-hari. Akun kedua instagram sebagai wadah mengungkapkan idenitas diri yang tidak ingin ditunjukkan pada akun pertama, dalam hal ini sebagai wujud mengekspresikan diri dalam bentuk positif bahkan negatif. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan alasan pengungkapan diri, bentuk-bentuk pengungkapan diri dan faktor penguat pengungkapan diri di akun kedua Instagram yang dilakukan oleh pada individu dengan rentan usia 18-24 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitiaan kualitatif pendekatan fenomenologi dengan analisis data interpretative phenomenological analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan pengalaman pengungkapan diri di akun kedua dilakukan untuk menunjukkan informasi diri secara jujur agar mencapai aktualisasi diri dengan pengungkapan diri apa adanya sesuai dengan perasaan, pikiran dan pengalaman yang dialami dalam aktivitas sehari-hari yang lebih intim. Bentuk pengungkapan diri yang dilakukan dengan berbagi informasi secara terbuka tentang pengalaman yang dialami. Bentuk positif ditunjukkan dengan kemampuan yang dimiliki sebagai bentuk penghargaan diri dan afiliasi diri, selain itu bentuk negatif dilakukan dengan bentuk agresi relasional yang ditunjukkan atas keresahan yang dirasakan. Hasil penelitian ini dapat berimplikasi pada individu sebagai pengguna akun kedua untuk melakukan pengungkapan diri dengan perasaan aman dan nyaman dengan tetap memperhatikan dan mempertimbangkan batasan diri terkait informasi pribadi yang jika ditunjukkan akan merugikan diri sendiri kedepannya.
Cite
CITATION STYLE
Burhanuddin, A. H., Suryanto, S., Alqadri, A. R., & Novianti, L. (2024). PENGALAMAN PENGUNGKAPAN DIRI DI AKUN KEDUA INSTAGRAM. Psyche: Jurnal Psikologi, 6(2), 252–270. https://doi.org/10.36269/psyche.v6i2.2579
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.